Kandangan, 10 November 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam (IAI) Darul Ulum Kandangan menggelar kegiatan Visiting Lecture pada mata kuliah Tarjamah II dengan menghadirkan narasumber nasional, Dr. Fatwiyah Noor, Lc., M.Pd., dosen senior dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Kegiatan yang berlangsung di Kampus I IAI Darul Ulum, Senin (10/11/2025), mengangkat tema strategis: “Pendekatan dan Strategi Efektif dalam Pembelajaran Terjemah dan Penerjemah”.
Dalam paparannya, Dr. Fatwiyah menekankan bahwa penerjemahan tidak hanya merupakan transfer linguistik, namun juga transfer budaya dan peradaban. “Bahasa adalah jembatan peradaban. Sejarah membuktikan bahwa kemajuan peradaban Islam di era keemasan sangat ditopang oleh gerakan penerjemahan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab,” ujarnya, mengingatkan pentingnya peran penerjemah sebagai cultural mediator dan knowledge transmitter.
Lebih lanjut, narasumber memaparkan empat kompetensi inti yang harus dimiliki seorang penerjemah profesional:
- Kemampuan bilingual (penguasaan bahasa sumber dan sasaran),
- Keterampilan menulis yang baik dalam bahasa sasaran,
- Keahlian teknis menerjemahkan (pemahaman teks, konteks, dan register), serta
- Kemampuan menyunting dan merevisi hasil terjemahan agar akurat, alami, dan komunikatif.
Dr. Fatwiyah juga memperkenalkan model proses penerjemahan yang sistematis—mulai dari analisis teks sumber, transfer makna secara kontekstual, reformulasi dalam bahasa sasaran, hingga revisi kritis—dengan penekanan pada prinsip “menerjemahkan makna, bukan kata”. Ia mengingatkan bahwa penerjemahan teks Arab klasik (seperti kitab kuning) menuntut sensitivitas historis, wawasan keislaman, dan kehati-hatian dalam memilih padanan istilah, sementara teks modern memerlukan adaptasi terhadap dinamika bahasa kontemporer dan konvensi disiplin ilmu terkait.
Kegiatan berlangsung sangat interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kritis, seperti tantangan menerjemahkan metafora keagamaan, perbedaan pendekatan antara terjemahan literal dan bebas, serta etika penerjemahan dalam konteks akademik dan dakwah. Diskusi memperlihatkan tingginya antusiasme dan kedalaman pemahaman peserta terhadap kompleksitas profesi penerjemah.
Ketua Program Studi PBA, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dr. Fatwiyah Noor atas kontribusi ilmiahnya yang memperkaya wawasan mahasiswa. “Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun link and match antara kurikulum akademik dan kebutuhan dunia profesi. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga termotivasi menjadi penerjemah yang kompeten, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan khazanah ilmu keislaman dan kebahasaan,” tandasnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab mendalam dan dokumentasi foto bersama dosen tamu, dosen pengampu mata kuliah Tarjamah II, serta mahasiswa PBA angkatan 2022–2024. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas keilmuan mahasiswa, sekaligus langkah strategis IAI Darul Ulum Kandangan dalam mewujudkan lulusan yang unggul di bidang penerjemahan Arab—baik sebagai sarana dakwah, pendidikan, maupun diplomasi budaya.

Redaksi: Humas IAI Darul Ulum Kandangan











