Kandangan, 12 -13 Oktober 2026 – Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melaksanakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXVII Tahun Akademik 2026/2027 . Kegiatan pembekalan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Oktober 2026, sebagai bagian dari persiapan siswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Kegiatan pembekalan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Zainuddin, M.Ag. pada Senin (12/10/2026) dengan registrasi peserta, pembukaan, tilawah dan doa, kemudian dilanjutkan dengan perayaan serta pembukaan resmi oleh Wakil Rektor I Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan.
Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi penting sebagai bekal dalam menjalankan program KKN. Materi tersebut antara lain etika mahasiswa dan kehidupan bermasyarakat secara holistik dan moderat , Oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dr. Muhammad Rasyid, MSI Lalu dilanjutkan dengan materi dari Dinas PMD kabupaten HSS tentang pembangunan desa serta tantangan masyarakat, potensi dan aset desa serta prioritas pembangunan desa. Kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi bertema “Desa seperti apa yang akan kami dampingi?” yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami posisi dan bersantai selama berada di lokasi KKN.
Selain pemahaman mengenai kehidupan bermasyarakat dan pembangunan desa, mahasiswa juga dibekali keterampilan teknis berupa teknik observasi dan wawancara lapangan, wawancara etika, serta dokumentasi yang disampaikan langsung oleh Ketua LP2M Nor Amalia Abdiah, MPSi Pisikolog. dan Ketua BPKKN 2026/2027 Muhammad Firliadi Noor Salim, SS MH Pembekalan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menggali potensi, kebutuhan, dan berbagai persoalan yang ada di masyarakat secara tepat dan beretika.
Memasuki hari kedua, Selasa (13/10/2026), pembekalan materi diarahkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengabdian berbasis data dan bukti yang disampaikan oleh bapak Zaini, M.Pd . Mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali data desa dan sumber data yang dapat digunakan dalam penyusunan maupun pelaksanaan program KKN. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi Analisis SWOT yang dilengkapi dengan simulasi untuk membantu mereka memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan di lokasi pengabdian.
Pada hari yang sama, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai sistem monitoring dan evaluasi KKN serta membangun hubungan baik antara dosen pembimbing dan mahasiswa. Materi tersebut meliputi teknik monitoring, evaluasi, serta penyelesaian masalah (problemsolving ) yang mungkin dihadapi siswa selama melaksanakan program di lapangan yang disampaikan langsung oleh Ketua LPM Noor Fitriah, M.Pd.
Sementara itu, hari ketiga, Rabu (14/10/2026), terfokus pada pemaksaan keterkaitan antara kegiatan KKN dengan keilmuan yang dipelajari mahasiswa di program studi masing-masing. Integrasi materi KKN dengan keilmuan program studi yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai peran supervisor dalam pemberdayaan masyarakat . Rangkaian pembekalan kemudian ditutup dengan acara pelepasan oleh Rektor Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan, Dr. H. Muhsin Aseri, M.Ag. MH
Melalui kegiatan pembekalan ini, mahasiswa KKN XXVII diharapkan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental, sosial, akademik, dan kemampuan beradaptasi dengan karakteristik masyarakat di lokasi pengabdian.
KKN menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi , khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan KKN sebagai ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar bersama masyarakat dalam identifikasi dan pengembangan potensi desa.
Dengan bekal yang diperoleh selama pembekalan, mahasiswa KKN XXVII Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai insan akademik yang berintegritas, adaptif, moderat, solutif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat pembangunan dan desa .











