Kandangan 260726 – Program Studi S-1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Darul Ulum Kandangan menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan mengangkat tema “Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komando Distrik Militer 1003 Hulu Sungai Selatan (Kodim) sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan TNI dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Kuliah pakar yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi PAI tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya wawasan kebangsaan, semangat bela negara, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Materi mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara memang menjadi bagian dari berbagai program pembinaan karakter yang dilaksanakan TNI bersama lembaga pendidikan di berbagai daerah.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Kodim menjelaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek perlindungan dan keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman di era globalisasi. Mahasiswa sebagai kaum intelektual diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memiliki karakter kuat, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai tantangan kebangsaan yang menghadang Indonesia saat ini, seperti penyebaran hoaks, radikalisme, disintegrasi bangsa, mencakup media sosial, hingga menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan akademik yang kritis, moderat, dan tetap berlandaskan semangat persatuan bangsa.
Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam menyampaikan bahwa kegiatan kuliah pakar ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan reguler. Menurutnya, mahasiswa PAI tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan keilmuan keislaman, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh sehingga mampu menjadi pendidik yang menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada peserta didik di masa depan.
“Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat karakter persahabatan. Sebagai calon pendidik, mahasiswa PAI memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat dengan semangat nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber, membahas berbagai isu strategi mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat ketahanan nasional, serta menghadapi dinamika perkembangan zaman.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI Darul Ulum Kandangan berharap dapat terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus membentuk lulusan yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.











